Skip to main content

Posts

10 Barang Wajib Dibawa saat New Normal.

Habis PSBB terbitlah New Normal. Untuk yang akan menghabiskan banyak waktu diluar rumah, seperti bekerja atau aktivitas lainnya, meskipun sudah ada kelonggaran untuk beraktivitas diluar rumah pada masa pandemik COVID-19 ini, tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ada, ya. Tetap jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Inilah starter pack yang wajib kamu bawa di masa new normal ! 1. Masker cadangan  Source Selain untuk melindungimu dari virus, debu dan kotoran di luar rumah maupun saat perjalanan ke kantor atau tempat kerja, akan membuat makser cepat kotor. Sehingga mengganti masker secara berkala akan membuat masker tetap bersih dan tidak membuat risih ketika dipakai. 2. Kantong masker habis pakai Source Karena kita dianjurkan untuk memakai masker non-medis/ reuseable , agar tidak mengotori barang-barang lain di tas, kantong masker habis pakai ini akan berguna untuk menyimpan masker sebelum dicuci di rumah nanti. 3. Sabun cuci tangan Source Mencuci tangan dengan sabu...

Mahasiswa di Era Milenial

Mahasiswa itu kan identik dengan usia muda, ngomongin yang muda-muda nih. Katakanlah umur 17-30an lah ya, usia produktif. Masih semangat muda banget kan tuh. Pasti udah pada tahu dong umur-umur segini tuh disebut apaan sih? Atau ada yang belum tahu, bahkan belum pernah dengar? Wah, kayaknya sih gak mungkin yah. Soalnya generasi ini itu udah jadi perbincangan banget. Emang apa sih yang spesial dari Milenial?. Kenapa peran mahasiswa jadi penting banget di era ini. Kenapa mahasiswa dan kenapa milenial menjadi tema yang diangkat. Coba kita pikirkan apa korelasinya. Menurut saya, ya karena jelas-jelas mahasiswa ini adalah gen milenial itu sendiri. Yang rentang umur 17 sampai 30an tahun. Sebagai mahasiswa yang hidup di era milenial pasti punya tantangan tersediri yang harus dihadapi jika dibandingkan dengan mahasiswa angkatan lama beberapa tahun kebelakang. Era ini identik sekali dengan teknologi. Dimana aktivitas-aktivitas sudah sangat terbantu berkat adanya bermacam alat-alat c...

Tentang maaf

Meminta apa yang paling sulit? Buat keadaan saat ini, saya pilih meminta maaf. Ya sebenarnya nggak akan sesulit itu kalo kita punya keberanian. Berani ngomong duluan, berani mengakui kesalahan. bahkan kalo kita gak salah sekalipun! ini nih, berani banget. bikin pengin kasih 5 jempol kalo bisa, sama orang yang setulus ini. Berhubung cuma punya 4 jempol itupun keitung kaki, jadi yaudah, deh, saya acungkan 2 jempol tangan aja karena ngacungin kaki agak-agak gak sopan gitu kan ya, padahal itu kan suatu penghargaan yang amat mulia. Dan berani yang terakhir adalah berani ditolak, gak papa yang penting niat kita lurus niat kita tulus. Diterima atau ditolak itu urusan dia. intinya berani mengesampingkan ego. Ngomongin soal maaf, pasti manusia ada aja alasan untuk harus berurusan dengan yang gini- gini nih. Karena kan, manusia itu tempatnya khilaf ya. Iya nggak, WAHAI PARA MANUSYAAA, WOY?!!! Tapi adakalanya kita ada ditempat dimana sebenernya kita tuh gak salah salah amat atau b...

Siapa kamu?

Ketika pundakmu terasa seribu kali lebih berat, dan tubuhmu terpaksa kamu topang kuat-kuat. Ketika jiwamu terasa sesak, tolong jangan terus bergerak, ayo, istirahatlah sejenak. Kamu butuh ruang untuk hening, ruang yang beda bagi manusia masing masing. Apa dan dimana itu cuma kamu yang tahu, apa yang membuatmu dapat bernapas lepas sehingga bebanmu terlepas bebas. Memaksa lari ketika tenagamu hanya cukup untuk berjalan itu tidak patut. Berhentilah mengejar-ngejar kalau kamu lupa apa yang kamu tuju itu, apalagi sampai lupa hak kamu untuk bahagia, yang kupikir dalam hidup sangatlah perlu. Dahsyatnya usaha serta hebatnya kamu berkorban akan sia-sia, jika semua itu membuatmu lupa siapa kamu. Sejauh mana tulusmu, sudahkah kamu lakukan memang untukmu, atau untuk sesuatu yang membuat dadamu sesak itu. Boleh saja, melihat kilau pencapaian manusia lain yang memesona matamu, tapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti itu. Kamu juga tidak tahu seperti apa usaha-usaha yang...

Rindu pertama di 2018

Tak genap rasanya bila kukatakan mengenalmu. Kita hanya saling tahu tak saling bertemu. Kini kurasakan lagi hembusnya angin rindu. Yang datang bersama langit membiru. Lagi-lagi membuatku tersedu sendu. Tahun tentangmu berganti tahun baru. Tapi rinduku tetap padamu menuju. Dimana ragamu aku tak tahu. Dimana hatimu...adalah padaku. Kukirim pesan rindu dari hujan dimataku. Pada hujan yang juga turun ditempatmu. Pesonamu luluhkan aku hilangkan angkuhku. Untuk nyatakan tulus rindu pertamaku. 14 Januari 2018

Sebuah nama #Cerpen3

Karena hidup tidak akan pernah lepas dari cinta, ia selalu ada dimanapun. Kehadirannya mau tidak mau harusnya diakui saja bahwa dia ada, bahkan pada hati yang keras sekalipun dia mampu meluluhkan. Lalu bagaimana dengan hati yang kosong, mengapa cinta belum juga memilihnya untuk menetap disana, kemana cintanya mengembara, apakah dia memang ada atau tidak. Dia tidak pernah tau siapa yang akan disalahkannya karena sepi yang selalu saja menggema dalam dirinya, tidak tahu pada nama siapa ia harus menyampaikan rindunya. Bahkan dia lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Terakhir kali seseorang pernah mengisi relung-relung jiwanya, tiga tahun yang lalu. Cinta begitu membahagiakan, menyenangkan, tapi kadang tak menenangkan, bagaimana bisa tenang, saat malam datang bersama rindu yang tak pernah basa-basi untuk datang. Baginya itu sudah berlalu, dia tidak pernah membawa perasaan masa lalu di hidupnya hari ini. Karena memang tidak tersisa apapun selain nama yang masih ia ingat, dan har...

Kepulan uap masa abu-abu #Cerpen2

Siapa yang butuh kehangatan dari segelas kopi, saat tatapannya saja sudah cukup hangat untuk udara sedingin ini. Mungkin hari ini hujan memang turun sangat deras, dan dia menjebakku untuk tetap di tempat ini. “sebenernya aku gak terlalu suka seni pada kopi” “maksudnya?” tanyaku. “siapa yang butuh gula dengan bentuk hati, saat kamu ada bersamaku”  aku benar-benar suka mendengar cara bicaranya, bagiku seindah itu, rasanya setiap kata-katanya otomatis terekam dalam memori ingatanku. Dan kemudian terurai lagi, nada-nada yang berulang. Suaranya, genggaman tangannya dan suasana hujan yang lebih terkesan dramatis. Tentangnya, selalu indah. Sudah empat tahun kami tidak pernah bertemu, semenjak kelulusan SMA. Aku meneruskan hidupku dan sibuk dengan kuliah kedokteranku, memang cukup sibuk, hingga suatu hari aku tahu ada reuni anak-anak SMA kami setahun yang lalu di rumah Alva, dan aku tidak bisa menghadirinya. Sebetulnya saat aku mendengar kabar bahwa rumah dia yang...

Pesona senja #Cerpen1

Source Langit senja memang selalu tampak menarik di mataku, tidak panas layaknya siang yang benderang, atau pun dinginnya malam yang mencekam. Begitulah pesona langit senja untukku—menentramkan. Karena keelokan rupanya, warna jingga yang indah terlukis sempurna dan udaranya yang benar-benar menyenangkan. Tapi siapa kira, jika ada ‘Senja’ lain yang merampas perhatianku—yang bahkan pesonanya lebih menarik di hatiku.  “Sejak kapan?” Tanya Ira yang duduk disampingku ketika mengerjakan tugas fisika yang benar-benar memeras otak.  “sejak kapan apanya?” heranku yang benar-benar merasa bingung dengan pertanyaan sahabatku itu.  “Raihan Senja Gumelar” ujarnya tiba-tiba, sampai membuatku tercengang beberapa detik sebelum aku sempat menjawab, “matamu Ra, gak bisa bohong! Terus saja mengekori gerak-gerik Senja di sekolah” tambahnya.  Darimana Ira tahu aku memendam perasaan pada teman angkatan kami itu, sementara aku belum pernah menceritakannya. I...