Skip to main content

Tentang maaf


Meminta apa yang paling sulit? Buat keadaan saat ini, saya pilih meminta maaf. Ya sebenarnya nggak akan sesulit itu kalo kita punya keberanian. Berani ngomong duluan, berani mengakui kesalahan. bahkan kalo kita gak salah sekalipun! ini nih, berani banget. bikin pengin kasih 5 jempol kalo bisa, sama orang yang setulus ini. Berhubung cuma punya 4 jempol itupun keitung kaki, jadi yaudah, deh, saya acungkan 2 jempol tangan aja karena ngacungin kaki agak-agak gak sopan gitu kan ya, padahal itu kan suatu penghargaan yang amat mulia. Dan berani yang terakhir adalah berani ditolak, gak papa yang penting niat kita lurus niat kita tulus. Diterima atau ditolak itu urusan dia. intinya berani mengesampingkan ego.


Ngomongin soal maaf, pasti manusia ada aja alasan untuk harus berurusan dengan yang gini- gini nih. Karena kan, manusia itu tempatnya khilaf ya. Iya nggak, WAHAI PARA MANUSYAAA, WOY?!!!



Tapi adakalanya kita ada ditempat dimana sebenernya kita tuh gak salah salah amat atau bahkan gak salah samasekali dan menurut logika, pasti kita bakal "ngapain juga gue minta maaf, kan gue gak salah" atau "seharusnya dia yang minta maaf". Itu terjadi mungkin karena ada kesalahpahaman. Komunikasi yang kurang baik.



Emang salah ya, kalo kita minta maaf duluan padahal kita gak salah? Menurut saya sih nggak, kalo minta maaf kita ngebuat hubungan dengan mereka jadi cair, lebih baik, balik kayak dulu. Kadang disisi orang yang emang dia yang salah, dia yang menyebabkan orang lain sakit hati. Sebenarnya dia itu yang lebih sakit, loh, pada akhirnya, serius. Apalagi misalnya perselisihan sama keluarga. Karena hampir gak ada orang yang emang niat nyakitin orang terdekatnya, apalagi yang dia sayang, itu gak ada lah. Cuma kondisi aja kali yang membuat dia perilakunya atau ucapannya jadi salah dan bikin kecewa.



Yang ngebuat hati kita serasa penuh beban itu mungkin karena kita lupa minta maaf. Atau kita ingat tapi nahan-nahan nunggu dia ngomong duluan sama kita. Kita kuat kuatin bertahan pada sesuatu yang mengusik ketenangan, padahal ini gak sehat. Sampe kapan? Waktu nggak nunggu kita. Kita yang harus kejar biar gak telat. Kalo udah telat, emang bisa, kita minta waktu buat balik? Nggak, yang bisa kita rasain cuma menyesal. Setidaknya kita udah mencoba. kalo dia gak mau memaafkan dan bodoamat. Gak papa, kita udah berhasil kok, berhasil melawan ego. Gak semua orang bisa, karena melawan ego ini berat. Kayanya lebih berat dari rindunya dilan deh. Ok baiiiiiik.




Note :

Dimaafin atau nggak, itu urusan dia, bukan urusan saya. Meskipun, saya juga mau ngebantu urusannya. Biar dia gak usah urus sendiri, biar dia gak susah sendiri. Biar kami baik-baik lagi. Biar dia maafin saya. Kalo boleh, Kalo nggak, gak papa.


Jadi, semoga saya berhasil
Saya mau minta maaf.

Comments

  1. Emang bener sih. Padahal gak harus yang salah kok yang minta maaf. Cuman kan biasanya ada di gengsinya itu. \:p/

    ReplyDelete

Post a Comment

Another popular post ..

Sebuah nama #Cerpen3

Karena hidup tidak akan pernah lepas dari cinta, ia selalu ada dimanapun. Kehadirannya mau tidak mau harusnya diakui saja bahwa dia ada, bahkan pada hati yang keras sekalipun dia mampu meluluhkan. Lalu bagaimana dengan hati yang kosong, mengapa cinta belum juga memilihnya untuk menetap disana, kemana cintanya mengembara, apakah dia memang ada atau tidak. Dia tidak pernah tau siapa yang akan disalahkannya karena sepi yang selalu saja menggema dalam dirinya, tidak tahu pada nama siapa ia harus menyampaikan rindunya. Bahkan dia lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Terakhir kali seseorang pernah mengisi relung-relung jiwanya, tiga tahun yang lalu. Cinta begitu membahagiakan, menyenangkan, tapi kadang tak menenangkan, bagaimana bisa tenang, saat malam datang bersama rindu yang tak pernah basa-basi untuk datang. Baginya itu sudah berlalu, dia tidak pernah membawa perasaan masa lalu di hidupnya hari ini. Karena memang tidak tersisa apapun selain nama yang masih ia ingat, dan har...

Siapa kamu?

Ketika pundakmu terasa seribu kali lebih berat, dan tubuhmu terpaksa kamu topang kuat-kuat. Ketika jiwamu terasa sesak, tolong jangan terus bergerak, ayo, istirahatlah sejenak. Kamu butuh ruang untuk hening, ruang yang beda bagi manusia masing masing. Apa dan dimana itu cuma kamu yang tahu, apa yang membuatmu dapat bernapas lepas sehingga bebanmu terlepas bebas. Memaksa lari ketika tenagamu hanya cukup untuk berjalan itu tidak patut. Berhentilah mengejar-ngejar kalau kamu lupa apa yang kamu tuju itu, apalagi sampai lupa hak kamu untuk bahagia, yang kupikir dalam hidup sangatlah perlu. Dahsyatnya usaha serta hebatnya kamu berkorban akan sia-sia, jika semua itu membuatmu lupa siapa kamu. Sejauh mana tulusmu, sudahkah kamu lakukan memang untukmu, atau untuk sesuatu yang membuat dadamu sesak itu. Boleh saja, melihat kilau pencapaian manusia lain yang memesona matamu, tapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti itu. Kamu juga tidak tahu seperti apa usaha-usaha yang...