Skip to main content

Siapa kamu?


Ketika pundakmu terasa seribu kali lebih berat, dan tubuhmu terpaksa kamu topang kuat-kuat. Ketika jiwamu terasa sesak, tolong jangan terus bergerak, ayo, istirahatlah sejenak.



Kamu butuh ruang untuk hening, ruang yang beda bagi manusia masing masing. Apa dan dimana itu cuma kamu yang tahu, apa yang membuatmu dapat bernapas lepas sehingga bebanmu terlepas bebas. Memaksa lari ketika tenagamu hanya cukup untuk berjalan itu tidak patut. Berhentilah mengejar-ngejar kalau kamu lupa apa yang kamu tuju itu, apalagi sampai lupa hak kamu untuk bahagia, yang kupikir dalam hidup sangatlah perlu.




Dahsyatnya usaha serta hebatnya kamu berkorban akan sia-sia, jika semua itu membuatmu lupa siapa kamu. Sejauh mana tulusmu, sudahkah kamu lakukan memang untukmu, atau untuk sesuatu yang membuat dadamu sesak itu. Boleh saja, melihat kilau pencapaian manusia lain yang memesona matamu, tapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti itu. Kamu juga tidak tahu seperti apa usaha-usaha yang dilakukannya, apa saja yang dikorbankan untuk sampai pada titik itu. Bisa jadi, dia juga sama sepertimu,  melalui hari-hari berat, lalu terus memacu menggerus waktu hingga sampai pada tuju.




Bedanya, dia melakukan itu karena dirinya, tapi yang kamu usahakan, karena ingin menjadi seperti dia. Tanyakan lagi kedalam dirimu, siapa kamu? renungkan. Kamu punya cara hebatmu sendiri menjadi apa yang kamu senangi bukan malah membebani. Kamu sadar itu, tapi belum yakin, maka yang harus kamu lakukan sekarang adalah meyakinkan dirimu, yakin bahwa dirimu sangat melebihi mampu untuk menjadi semau kamu. Menuju apa yang kamu mau--impianmu.

Comments

Another popular post ..

Sebuah nama #Cerpen3

Karena hidup tidak akan pernah lepas dari cinta, ia selalu ada dimanapun. Kehadirannya mau tidak mau harusnya diakui saja bahwa dia ada, bahkan pada hati yang keras sekalipun dia mampu meluluhkan. Lalu bagaimana dengan hati yang kosong, mengapa cinta belum juga memilihnya untuk menetap disana, kemana cintanya mengembara, apakah dia memang ada atau tidak. Dia tidak pernah tau siapa yang akan disalahkannya karena sepi yang selalu saja menggema dalam dirinya, tidak tahu pada nama siapa ia harus menyampaikan rindunya. Bahkan dia lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Terakhir kali seseorang pernah mengisi relung-relung jiwanya, tiga tahun yang lalu. Cinta begitu membahagiakan, menyenangkan, tapi kadang tak menenangkan, bagaimana bisa tenang, saat malam datang bersama rindu yang tak pernah basa-basi untuk datang. Baginya itu sudah berlalu, dia tidak pernah membawa perasaan masa lalu di hidupnya hari ini. Karena memang tidak tersisa apapun selain nama yang masih ia ingat, dan har...

Tentang maaf

Meminta apa yang paling sulit? Buat keadaan saat ini, saya pilih meminta maaf. Ya sebenarnya nggak akan sesulit itu kalo kita punya keberanian. Berani ngomong duluan, berani mengakui kesalahan. bahkan kalo kita gak salah sekalipun! ini nih, berani banget. bikin pengin kasih 5 jempol kalo bisa, sama orang yang setulus ini. Berhubung cuma punya 4 jempol itupun keitung kaki, jadi yaudah, deh, saya acungkan 2 jempol tangan aja karena ngacungin kaki agak-agak gak sopan gitu kan ya, padahal itu kan suatu penghargaan yang amat mulia. Dan berani yang terakhir adalah berani ditolak, gak papa yang penting niat kita lurus niat kita tulus. Diterima atau ditolak itu urusan dia. intinya berani mengesampingkan ego. Ngomongin soal maaf, pasti manusia ada aja alasan untuk harus berurusan dengan yang gini- gini nih. Karena kan, manusia itu tempatnya khilaf ya. Iya nggak, WAHAI PARA MANUSYAAA, WOY?!!! Tapi adakalanya kita ada ditempat dimana sebenernya kita tuh gak salah salah amat atau b...