Skip to main content

10 Barang Wajib Dibawa saat New Normal.

Habis PSBB terbitlah New Normal.

Untuk yang akan menghabiskan banyak waktu diluar rumah, seperti bekerja atau aktivitas lainnya, meskipun sudah ada kelonggaran untuk beraktivitas diluar rumah pada masa pandemik COVID-19 ini, tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ada, ya. Tetap jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker.

Inilah starter pack yang wajib kamu bawa di masa new normal !


1. Masker cadangan

 Source

Selain untuk melindungimu dari virus, debu dan kotoran di luar rumah maupun saat perjalanan ke kantor atau tempat kerja, akan membuat makser cepat kotor. Sehingga mengganti masker secara berkala akan membuat masker tetap bersih dan tidak membuat risih ketika dipakai.

2. Kantong masker habis pakai

Source

Karena kita dianjurkan untuk memakai masker non-medis/reuseable, agar tidak mengotori barang-barang lain di tas, kantong masker habis pakai ini akan berguna untuk menyimpan masker sebelum dicuci di rumah nanti.

3. Sabun cuci tangan

Source

Mencuci tangan dengan sabun terbukti lebih efektif membunuh bakteri dan kuman serta virus yang menempel ditanganmu, tentunya apabila melakukan teknik cuci tangan yang benar, ya. Bawalah sabun cair yang berukuran kecil karena relatif mudah dibawa kemana-mana.

4. Hand sanitizer


Kalau nggak ada air dan sabun disekitar, gimana, dong ? jangan khawatir, pakai hand sanitizer sebagai jalan ninja ! setelah sempat langka karena banyak ditimbun kemarin-kemarin, nih, sekarang sudah banyak lagi, kok, hand sanitizer di pasaran. Jangan lupa untuk menggunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60 % - 70 % alkohol, karena kadar dibawah atau diatas itu kurang efektif. pastikan juga hand sanitizer yang kamu gunakan sudah terdaftar di BPOM, ya. Selain praktis, harus aman juga, dong, pastinya.

5. Tisu

Source


Tisu berguna untuk membersihkan noda dan kotoran, ingat! jangan sembarangan menyentuhkan tangan ke benda-benda di sekitarmu, ya. kita gak pernah tahu siapa yang pernah menyentuhnya. Apakah benda itu terpapar virus atau tidak.

6. Disinfectant spary


Nah, sebaiknya semprotkan terlebih dahulu disinfektan apabila kamu memang benar-benar harus menyentuh sesuatu. mencegah lebih baik, bukan?.

7. Peralatan makan pribadi

Source

Sepertinya acara sharing makanan dengan teman kantor atau sahabatmu dikondisi seperti ini akan menjadi riskan, belum lagi alat makan yang kamu pakai kalau membeli makanan di luar. wah! kebersihannya belum tentu terjamin, bukannya suudzon, lagi-lagi soal kesehatan yang utama. Jadi, mulai sekarang biasakan bawa peralatan makan pribadi, yuk. Membawa bekal dari rumah bisa sekalian menghemat pengeluaran juga, lho. asik, kan!.

8. Botol air minun

Source

Sama dengan peralatan makan, botol air minumpun wajib hukumnya buat kamu bawa! masa sehabis makan, nggak minum ?.

9. Peralatan ibadah pribadi

Source

Misalnya, jika kamu seorang muslim, bawalah mukena atau sajadah pribadi. bawalah sajadah yang ukurannya kecil agar lebih ringan untuk dibawa-bawa. kamu tidak mau, kan, mencium bekas sujud orang lain dimasa pandemi seperti ini ? .

10. Helm pribadi

Source

Nah, yang satu ini khusus buat kamu para pejuang ojol (ojek online). Memakai helm pribadi akan membuatmu lebih nyaman dan terhindar dari rasa cemas karena penggunaan helm bekas orang lain. Sebisa mungkin gunakan helm yang tertutup dan nyaman, jangan asal pakai, ya. denger-denger, kalau beli helm warna hitam di atas, dapet gratis motor, ya ? *LOL. 

Itulah 10 barang yang wajib dibawa saat new normal.

gimana, apakah kamu sudah menyiapkannya?

stay safe, stay healthy!

Comments

Another popular post ..

Sebuah nama #Cerpen3

Karena hidup tidak akan pernah lepas dari cinta, ia selalu ada dimanapun. Kehadirannya mau tidak mau harusnya diakui saja bahwa dia ada, bahkan pada hati yang keras sekalipun dia mampu meluluhkan. Lalu bagaimana dengan hati yang kosong, mengapa cinta belum juga memilihnya untuk menetap disana, kemana cintanya mengembara, apakah dia memang ada atau tidak. Dia tidak pernah tau siapa yang akan disalahkannya karena sepi yang selalu saja menggema dalam dirinya, tidak tahu pada nama siapa ia harus menyampaikan rindunya. Bahkan dia lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Terakhir kali seseorang pernah mengisi relung-relung jiwanya, tiga tahun yang lalu. Cinta begitu membahagiakan, menyenangkan, tapi kadang tak menenangkan, bagaimana bisa tenang, saat malam datang bersama rindu yang tak pernah basa-basi untuk datang. Baginya itu sudah berlalu, dia tidak pernah membawa perasaan masa lalu di hidupnya hari ini. Karena memang tidak tersisa apapun selain nama yang masih ia ingat, dan har...

Tentang maaf

Meminta apa yang paling sulit? Buat keadaan saat ini, saya pilih meminta maaf. Ya sebenarnya nggak akan sesulit itu kalo kita punya keberanian. Berani ngomong duluan, berani mengakui kesalahan. bahkan kalo kita gak salah sekalipun! ini nih, berani banget. bikin pengin kasih 5 jempol kalo bisa, sama orang yang setulus ini. Berhubung cuma punya 4 jempol itupun keitung kaki, jadi yaudah, deh, saya acungkan 2 jempol tangan aja karena ngacungin kaki agak-agak gak sopan gitu kan ya, padahal itu kan suatu penghargaan yang amat mulia. Dan berani yang terakhir adalah berani ditolak, gak papa yang penting niat kita lurus niat kita tulus. Diterima atau ditolak itu urusan dia. intinya berani mengesampingkan ego. Ngomongin soal maaf, pasti manusia ada aja alasan untuk harus berurusan dengan yang gini- gini nih. Karena kan, manusia itu tempatnya khilaf ya. Iya nggak, WAHAI PARA MANUSYAAA, WOY?!!! Tapi adakalanya kita ada ditempat dimana sebenernya kita tuh gak salah salah amat atau b...

Siapa kamu?

Ketika pundakmu terasa seribu kali lebih berat, dan tubuhmu terpaksa kamu topang kuat-kuat. Ketika jiwamu terasa sesak, tolong jangan terus bergerak, ayo, istirahatlah sejenak. Kamu butuh ruang untuk hening, ruang yang beda bagi manusia masing masing. Apa dan dimana itu cuma kamu yang tahu, apa yang membuatmu dapat bernapas lepas sehingga bebanmu terlepas bebas. Memaksa lari ketika tenagamu hanya cukup untuk berjalan itu tidak patut. Berhentilah mengejar-ngejar kalau kamu lupa apa yang kamu tuju itu, apalagi sampai lupa hak kamu untuk bahagia, yang kupikir dalam hidup sangatlah perlu. Dahsyatnya usaha serta hebatnya kamu berkorban akan sia-sia, jika semua itu membuatmu lupa siapa kamu. Sejauh mana tulusmu, sudahkah kamu lakukan memang untukmu, atau untuk sesuatu yang membuat dadamu sesak itu. Boleh saja, melihat kilau pencapaian manusia lain yang memesona matamu, tapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti itu. Kamu juga tidak tahu seperti apa usaha-usaha yang...