Skip to main content

Posts

Mahasiswa di Era Milenial

Mahasiswa itu kan identik dengan usia muda, ngomongin yang muda-muda nih. Katakanlah umur 17-30an lah ya, usia produktif. Masih semangat muda banget kan tuh. Pasti udah pada tahu dong umur-umur segini tuh disebut apaan sih? Atau ada yang belum tahu, bahkan belum pernah dengar? Wah, kayaknya sih gak mungkin yah. Soalnya generasi ini itu udah jadi perbincangan banget. Emang apa sih yang spesial dari Milenial?. Kenapa peran mahasiswa jadi penting banget di era ini. Kenapa mahasiswa dan kenapa milenial menjadi tema yang diangkat. Coba kita pikirkan apa korelasinya. Menurut saya, ya karena jelas-jelas mahasiswa ini adalah gen milenial itu sendiri. Yang rentang umur 17 sampai 30an tahun. Sebagai mahasiswa yang hidup di era milenial pasti punya tantangan tersediri yang harus dihadapi jika dibandingkan dengan mahasiswa angkatan lama beberapa tahun kebelakang. Era ini identik sekali dengan teknologi. Dimana aktivitas-aktivitas sudah sangat terbantu berkat adanya bermacam alat-alat c...

Tentang maaf

Meminta apa yang paling sulit? Buat keadaan saat ini, saya pilih meminta maaf. Ya sebenarnya nggak akan sesulit itu kalo kita punya keberanian. Berani ngomong duluan, berani mengakui kesalahan. bahkan kalo kita gak salah sekalipun! ini nih, berani banget. bikin pengin kasih 5 jempol kalo bisa, sama orang yang setulus ini. Berhubung cuma punya 4 jempol itupun keitung kaki, jadi yaudah, deh, saya acungkan 2 jempol tangan aja karena ngacungin kaki agak-agak gak sopan gitu kan ya, padahal itu kan suatu penghargaan yang amat mulia. Dan berani yang terakhir adalah berani ditolak, gak papa yang penting niat kita lurus niat kita tulus. Diterima atau ditolak itu urusan dia. intinya berani mengesampingkan ego. Ngomongin soal maaf, pasti manusia ada aja alasan untuk harus berurusan dengan yang gini- gini nih. Karena kan, manusia itu tempatnya khilaf ya. Iya nggak, WAHAI PARA MANUSYAAA, WOY?!!! Tapi adakalanya kita ada ditempat dimana sebenernya kita tuh gak salah salah amat atau b...

Siapa kamu?

Ketika pundakmu terasa seribu kali lebih berat, dan tubuhmu terpaksa kamu topang kuat-kuat. Ketika jiwamu terasa sesak, tolong jangan terus bergerak, ayo, istirahatlah sejenak. Kamu butuh ruang untuk hening, ruang yang beda bagi manusia masing masing. Apa dan dimana itu cuma kamu yang tahu, apa yang membuatmu dapat bernapas lepas sehingga bebanmu terlepas bebas. Memaksa lari ketika tenagamu hanya cukup untuk berjalan itu tidak patut. Berhentilah mengejar-ngejar kalau kamu lupa apa yang kamu tuju itu, apalagi sampai lupa hak kamu untuk bahagia, yang kupikir dalam hidup sangatlah perlu. Dahsyatnya usaha serta hebatnya kamu berkorban akan sia-sia, jika semua itu membuatmu lupa siapa kamu. Sejauh mana tulusmu, sudahkah kamu lakukan memang untukmu, atau untuk sesuatu yang membuat dadamu sesak itu. Boleh saja, melihat kilau pencapaian manusia lain yang memesona matamu, tapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti itu. Kamu juga tidak tahu seperti apa usaha-usaha yang...