Siapa yang butuh kehangatan dari segelas kopi, saat tatapannya saja sudah cukup hangat untuk udara sedingin ini. Mungkin hari ini hujan memang turun sangat deras, dan dia menjebakku untuk tetap di tempat ini. “sebenernya aku gak terlalu suka seni pada kopi” “maksudnya?” tanyaku. “siapa yang butuh gula dengan bentuk hati, saat kamu ada bersamaku” aku benar-benar suka mendengar cara bicaranya, bagiku seindah itu, rasanya setiap kata-katanya otomatis terekam dalam memori ingatanku. Dan kemudian terurai lagi, nada-nada yang berulang. Suaranya, genggaman tangannya dan suasana hujan yang lebih terkesan dramatis. Tentangnya, selalu indah. Sudah empat tahun kami tidak pernah bertemu, semenjak kelulusan SMA. Aku meneruskan hidupku dan sibuk dengan kuliah kedokteranku, memang cukup sibuk, hingga suatu hari aku tahu ada reuni anak-anak SMA kami setahun yang lalu di rumah Alva, dan aku tidak bisa menghadirinya. Sebetulnya saat aku mendengar kabar bahwa rumah dia yang...