Source Langit senja memang selalu tampak menarik di mataku, tidak panas layaknya siang yang benderang, atau pun dinginnya malam yang mencekam. Begitulah pesona langit senja untukku—menentramkan. Karena keelokan rupanya, warna jingga yang indah terlukis sempurna dan udaranya yang benar-benar menyenangkan. Tapi siapa kira, jika ada ‘Senja’ lain yang merampas perhatianku—yang bahkan pesonanya lebih menarik di hatiku. “Sejak kapan?” Tanya Ira yang duduk disampingku ketika mengerjakan tugas fisika yang benar-benar memeras otak. “sejak kapan apanya?” heranku yang benar-benar merasa bingung dengan pertanyaan sahabatku itu. “Raihan Senja Gumelar” ujarnya tiba-tiba, sampai membuatku tercengang beberapa detik sebelum aku sempat menjawab, “matamu Ra, gak bisa bohong! Terus saja mengekori gerak-gerik Senja di sekolah” tambahnya. Darimana Ira tahu aku memendam perasaan pada teman angkatan kami itu, sementara aku belum pernah menceritakannya. I...